• The Google Platform
  • The Twitter Platform
  • The Facebook Platform

Welcome to our forums...

If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed.


Page 1 of 4 123 ... LastLast
Results 1 to 10 of 35
  1. #1
    Member Eksis
    Join Date
    Mar 2013
    Location
    somewhere under the rainbow
    Posts
    352

    Kasus Sisca Yofie - Potret hilangnya kepedulian masyarakat kita??

    sebelumnya...


    gw barusan terhenyak abis baca ini...



    BANDUNG, KOMPAS.com — Suasana di Jalan Cipedes RT 7 RW 1 Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Senin, 5 Agustus 2013, sekira pukul 18.00 WIB, sepi. Pada saat itulah terjadi peristiwa memilukan yang merenggut nyawa Franciesca Yofie alias Sisca.


    Gadis cantik berusia 34 tahun itu menjadi korban kejahatan. Tubuhnya penuh luka akibat terseret ratusan meter, mengikuti laju motor yang dikendarai A (24) dan W (39), dua orang yang sebelumnya mengaku merampas tas milik Sisca.

    Sisca yang sekarat lantas dibuang oleh kedua pelaku di sisi jalan. "Saya nih yang melihat jelas dengan kepala mata saya sendiri, korban itu digusur sama pelaku. Saya pikir orang itu membawa apa ya? Saya pikir membawa boneka, soalnya tidak bersuara dan badannya kecil juga," kata saksi mata, RZ, kepada Kompas.com saat ditemui di Cipedes, Kamis (15/8/2013).

    Sementara saksi mata lain, AT, yang mengaku berada di jarak 10 meter dari tempat dibuangnya Sisca, juga mengaku melihat dua orang yang membuang tubuh gadis malang itu. "Saya melihatnya pas korban itu digeletakkan, tapi samar karena terhalang lampu. Itu yang digeletakkan apa ya, kata saya bertanya kepada saudara saya ini," aku AT.

    Sesaat kemudian, kata AT, kedua pengendara motor langsung kabur dengan menghidupkan kendaraannya. "Saya sempat teriak kepada yang membawa motor itu, 'Woooy lalaunan mawa motor teh, bisi nabrak budak', (pelan-pelan bawa motor, nanti menabrak anak-anak)," kata AT.

    Kemudian, AT menghampiri "barang" yang diletakkan kedua pengendara itu. Ketika dicermati, ternyata barang itu adalah sesosok wanita berbaju hitam dalam posisi telungkup berlumuran darah. "Sejak saat itu saya berteriak, warga pada keluar semua," kata AT.

    Warga kaget dan kebingungan melihat kondisi Sisca yang pada saat itu tergeletak dengan darah berceceran. Saat itu korban masih hidup. Warga hanya menutup korban dengan kain, tidak berani menyentuh korban karena takut disalahkan polisi.

    "Darah dari tubuhnya terus mengalir, terutama yang paling banyak mengalir dari kepalanya. Saya hanya bisa nangis, mau nolong enggak bisa. Si enengnya (korban) masih hidup, masih bernapas, darahnya terus mengalir, di jalan itu merah, penuh darah. Kasihan melihat dia, saya mau nolong enggak bisa. Saya suruh aja si eneng itu berdoa sesuai agamanya," ujar AT.

    Darah Sisca terus mengalir, korban terdengar menangis meski tidak keras. "Iya, si enengnya nangis, ngeluarin suara, tapi tidak keras. Kasihan, saya juga sampai ikut nangis, mungkin karena menahan sakit ya. Nangisnya begini, heeeeuuuhhhh, heeeeeuuuhhhh, heuuuu," kata AT.

    Cium kalung salib

    Suasana saat itu sangat sedih. Sementara itu, korban merintih tak henti. Polisi dan ambulans pun tak kunjung datang. LL, saksi lainnya, lalu membisikkan kata ke telinga korban untuk berdoa. Mendengar bisikan LL, korban berusaha mengambil kalung salib dari dadanya dengan tangan yang saat itu berlumuran darah sambil telungkup. Kalung itu diciumnya.

    "Saya bilang gini sambil berbisik, Neng yang sabar ya Neng, tahan, berdoa aja sama Tuhan, Neng. Si enengnya langsung berusaha mengambil kalung salib itu. Kalung salib langsung dicium. Sampai polisi datang, kalung itu pun tetap menempel pada bibirnya," ungkap LL.

    Selama kurang dari dua jam itu, lanjut AT, darah dari kepalanya terus-menerus mengalir semakin banyak. Warga berkerumun pada saat itu. Namun, warga tidak berani menyentuh korban karena takut bermasalah dengan polisi.

    "Ya kan, kami di sini nunggu polisi, polisi datangnya telat. Kami tidak berani menyentuh korban karena takut kena sidik jari sama polisi. Kami cuma tutupi saja badan korban pakai kain karena celananya juga kan lepas," ujar AT.

    Sementara, kata IN, saksi lainnya, polisi terlambat datang ke lokasi. Korban baru dapat dilarikan ke rumah sakit pada pukul 20.00 WIB. "Polisi datang telat banget, korban di sini juga nunggu sangat lama. Jam 8-an lah korban baru dapat dilarikan ke rumah sakit. Hampir dua jam korban nunggu," kata IN.

    "Bohong bangetlah, sempat saya baca di koran kalau pada saat kejadian itu, katanya gini, dijelaskan, 'Untung saja pada saat kejadian ada mobil patroli polisi yang lewat', bohonglah. Yang jelas mah polisinya telat datang," kata IN.

    "Beda cerita mungkin ya kalau polisi datang lebih cepat dan si eneng cepat-cepat dibawa ke rumah sakit dan bisa ditolong," sambung IN lirih.

    Editor : Glori K. Wadrianto

    dari situ, gw sempat baca2 fenomena sosial yang disebut "Bystander Effect" http://en.wikipedia.org/wiki/Bystander_effect

    yaitu, bila ada suatu peristiwa (kecelakaan) dgn adanya korban, bila semakin banyak kerumunan yg menyaksikan kecelakaan itu, bakal semakin jarang/makin nggak ada yg segera bertindak untuk menolongnya...

    hal itu disebabkan adanya "Diffusion of Responsibility" http://en.wikipedia.org/wiki/Diffusi...responsibility
    Kalo waktu kecelakaan, yang ngeliat cuman 1 orang, seluruh tanggung jawab ada di pundak 1 orang itu untuk nolong atau ngga.... dan biasanya orang bisa bergerak nolongin.
    Tapi kalau banyak orang yang liat, tanggung jawabnya jadi terbagi. Masing2 ngerasa itu bukan tanggung jawab dia sepenuhnya dan saling menunggu orang lain bertindak.

    nah, di kasus Sisca Yofie ini, kok gw merasa hal itu kebangetan ya??
    mungkin emang bisa ada fenomena sosial gitu, tapi kalo udah sampe 2 jam kayanya kok keterlaluan?

    apa nggak ada pemimpin warga seperti ketua RT, Dasa wisma ato semacamnya yg bisa ngasih keputusan?? orang udah luka parah, sampe 2 jam dibiarin di jalanan

    saling lempar tanggung jawab sih silahkan, tapi kenapa gak ada yg berembug utk bawa korban ke RS ato puskesmas terdekat??

    PARAH!

    .....pembunuhnya memang kejam, tapi sikap masyarakatnya jauh lebih menakutkan daripada pembunuhan itu sendiri!

    Last edited by madmiaw; 08-17-2013 at 12:23.
    ....rumah baru nggak se-menyenangkan yang lama... I'm quit!

  2. #2
    Member Baru
    Join Date
    Aug 2013
    Posts
    1
    setuju sama komen lo. kenapa sih malah ngasih kain?? pertama baca gua kira orangnya udah meninggal. ternyataaaaaa
    trus di suruh berdoa ajah, bukan dibawa ke rs wong orangnya masih hidup????
    miris banget. kenapa sih kok orang2 pada kaya gitu.
    persetanlah dengan takut disalahin polisi. coba pas itu ditolong masyarakat, mungkin dia masih hidup.

    ..hidup cuma sekali..

  3. #3
    Moderator
    Join Date
    Jun 2013
    Location
    Malang, Sulawesi Selatan, Indonesia, Indonesia
    Posts
    384
    Quote Originally Posted by dewi View Post
    setuju sama komen lo. kenapa sih malah ngasih kain?? pertama baca gua kira orangnya udah meninggal. ternyataaaaaa
    trus di suruh berdoa ajah, bukan dibawa ke rs wong orangnya masih hidup????
    miris banget. kenapa sih kok orang2 pada kaya gitu.
    persetanlah dengan takut disalahin polisi. coba pas itu ditolong masyarakat, mungkin dia masih hidup.

    ..hidup cuma sekali..
    bener sih sis...tapi klo urusan sama aparat satu nih agak ribet emang....klo dari sisi kemanusiaan kita wajib nolong..tapi...ane gak mau ngomong deh takut salah....

  4. #4
    Member Eksis
    Join Date
    Mar 2013
    Location
    somewhere under the rainbow
    Posts
    352
    Quote Originally Posted by picocuk View Post
    bener sih sis...tapi klo urusan sama aparat satu nih agak ribet emang....klo dari sisi kemanusiaan kita wajib nolong..tapi...ane gak mau ngomong deh takut salah....
    nah, kaya gini ini.... udah kelihatan kan contohnya
    kenapa musti mikir2 kalo mau nolong orang?

    ...kalo membiarkan seseorang jadi meninggal padahal sebetulnya bisa nyelametin, apa itu gak berarti pembunuhan secara nggak langsung juga?

    jadi inget, dulu pas rame2 kejadian anak kecil yg dilindas mobil secara sengaja di China, banyaaaak banget yg mengutukin penduduk sana.
    ternyata, di sini juga nggak ada bedanya...

    come on guys? apa kita mau jadi manusia tanpa kepedulian terhadap sesama?
    ...dan, apa yg kaya gitu masih bisa disebut manusia?

    jangan sampai deh penyakit masyarakat ini nyebar....
    ....rumah baru nggak se-menyenangkan yang lama... I'm quit!

  5. #5
    Moderator
    Join Date
    Jun 2013
    Location
    Malang, Sulawesi Selatan, Indonesia, Indonesia
    Posts
    384
    Quote Originally Posted by madmiaw View Post
    nah, kaya gini ini.... udah kelihatan kan contohnya
    kenapa musti mikir2 kalo mau nolong orang?

    ...kalo membiarkan seseorang jadi meninggal padahal sebetulnya bisa nyelametin, apa itu gak berarti pembunuhan secara nggak langsung juga?

    jadi inget, dulu pas rame2 kejadian anak kecil yg dilindas mobil secara sengaja di China, banyaaaak banget yg mengutukin penduduk sana.
    ternyata, di sini juga nggak ada bedanya...

    come on guys? apa kita mau jadi manusia tanpa kepedulian terhadap sesama?
    ...dan, apa yg kaya gitu masih bisa disebut manusia?

    jangan sampai deh penyakit masyarakat ini nyebar....
    gak gitu om....ane pernah urusan soal ginian ...ceritanya suram banget om, makanye ane gak mau nerusin koment ane yang tadi...takut salah lagi...

  6. #6
    Member Hot
    Join Date
    Mar 2013
    Location
    batam
    Posts
    1,277
    gw pernah ngalamin,ada cewek di rampok di gedung kosong depan kantor gw...dulu pernah di pakai sebagai gereja.. nah cewek ini katanya mau kesana dan di ikutin olh cowok yg ngaku juga mau kesana padahal tuch gereja sementara udh pindah.. dan setelah nyampe lantai 2 yang kosong tuch cewek di rampok dan kepalanya di kepruk... si cewek berhasil berlari keluar dan pigsan di depan gedung sambil berlumuran darah.. semua cuman ngerumunin,ada tetangga kantor gw yang punya mobil gw minta bantu anter gak mau karena takut d suruh tanggung jawab.. jadi pas gw ajak tuch cewek naik motor gw pas ambulance dr salah satu rumah sakit lewat.. dan akhirnya di bawa tuch cwek ke rumah sakit... dan setelah 2 hari baru gw thu kalo cewek itu adalah istri dari temen suami gw...


    1 lagi kejadian memilukan,terjadi kecelakaan di depan kantor gw,da pengendara motor langsung meninggal sepertinya,karena gw liat darah segar kental keputih2an keluar dari dalam helm yang di kenakan,walaupun tuch cowok cepet d anter ke rumah sakit oleh salah satu angkot yang lewat... dan saat itu gw melihat salah satu anggota lsm dan ngakunya wartawan(gw yakin itu wartawan bodon yang kerjnya meras pejabat bermasalah,yang setiap hari pagi sampe petang nongkrong di kantin deket kantor).. "menyelamatkan" hape korban... dan gw tahu tuch hape gak di kembaliin ke keluarga korban karena orang itu langsung balik nongkrong di kantin...

    dri 2 kejadian eperti di atas kita udh bisa tahu kan? bahwa kadangorang isa ngecamorang lain yang bertindak gak mau bantu korban,tapi di sisi lain ngambil kesempatan...

    dan masyarakat kita semakin jauh dari rasa peduli terhadap sesama

  7. #7
    Member Eksis
    Join Date
    Mar 2013
    Location
    somewhere under the rainbow
    Posts
    352
    nah itu jeng... parah juga kan

    disatu sisi kemanusiaan dan hati nurani bisa menggerakkan utk ngasih pertolongan, tapi di sisi lain malah dimanfaatkan oleh penjahat2 busuk

    Quote Originally Posted by picocuk View Post
    gak gitu om....ane pernah urusan soal ginian ...ceritanya suram banget om, makanye ane gak mau nerusin koment ane yang tadi...takut salah lagi...
    hmm, menarik nih
    coba sharing donk... pake inisial ato sebutan kiasan aja kalo nggak ingin menyinggung pihak tertentu
    mungkin kita bisa belajardari pengalaman ente, dan tau bagaimana bertindak tanpa kehilangan hati
    ....rumah baru nggak se-menyenangkan yang lama... I'm quit!

  8. #8
    Moderator
    Join Date
    Jun 2013
    Location
    Malang, Sulawesi Selatan, Indonesia, Indonesia
    Posts
    384
    hmm, menarik nih
    coba sharing donk... pake inisial ato sebutan kiasan aja kalo nggak ingin menyinggung pihak tertentu
    mungkin kita bisa belajardari pengalaman ente, dan tau bagaimana bertindak tanpa kehilangan hati
    mending gak usah om....ibarat pepatah bilang : niat nulung tapi kepentung itu yg ane rasakan waktu itu.....klo untuk hati ane masih ada om ....tapi untuk aparat, ane udah gak bisa ngomong...maap om yah

  9. #9
    Member Gaul
    Join Date
    Aug 2013
    Location
    Kota Malang, Indonesia
    Posts
    645
    Quote Originally Posted by picocuk View Post
    bener sih sis...tapi klo urusan sama aparat satu nih agak ribet emang....klo dari sisi kemanusiaan kita wajib nolong..tapi...ane gak mau ngomong deh takut salah....
    Jangan takut salah, nanti dibetulkan jika salah ......

    merdekaaa .....

  10. #10
    numpang nyimak mas bro, eh kepengen comment juga. seharusnya memang tindakan pertama yang kita lakukan memberi pertolongan kepada si koban, hanya terkadang beda cerita kalau orang awam yang menemukan, mereka terlalu banyak berfikir takut ada sidik jari, takut di introgasi ini itu, takut terlibat, takut jadi saksi perkara, takut.. macem2 lah.. apa lagi kondisinya seperti itu..mungkin mereka jg syok menemukan korban seperti itu, dipikirannya cm bs melapor kepolisi, agar tidak merusak TKP.

 

 
Page 1 of 4 123 ... LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •