• The Google Platform
  • The Twitter Platform
  • The Facebook Platform

Welcome to our forums...

If this is your first visit, be sure to check out the FAQ by clicking the link above. You may have to register before you can post: click the register link above to proceed.


Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 14
  1. #1

    Sindiran dan Teguran dalam Konsep Lukisan di Bak Truk

    Di jalanan yang ramai kita pasti pernah menjumpai beberapa tulisan yang berada di bak truk dan hal itu adalah kolaborasi gaya hidup dan seni yang ingin dipertontonkan oleh pelukis bak truk, ekspresi yang selalu mengingatkan kita untuk selalu hati-hati dalam berkendara.

    truk-eling-rasane.jpg

    Inilah, sebuah perwujudan ekspresi diri secara bebas di ruang publik.

    Semua orang punya hak untuk berekspresi tak terkecuali pelukis dan sopir bak truk tersebut, ekspresi diri tak hanya terbatas dituangkan ke dalam bentuk karya musik, tulisan atau lukisan di media kanvas.

    Kita harus memahami bahwa Budaya masyarakat pedesaan yang tinggal di kota dan sering menghadapi kerasnya problematika kehidupan kota yang kejam adalah sebagai penyebab munculnya peradaban seni urban.

    Kreatifitas dalam Seni itu melebur, dan menjelma menjadi perwujudan street art (murral, grafitti) di sudut-sudut kota. Salah satu yang menarik adalah seni lukis yang kerap terlihat di bagian belakang bak truk.

    Seperti kita tahu, lukisan di belakang bak truk sedikit banyak dipengaruhi oleh sikap dan gaya hidup para sopir dan kernet truk yang sudah terbiasa menjalani pahit dan getirnya hari-harinya di jalanan.

    Potret kehidupan itu menggambarkan dinamika kehidupan mereka yang begitu jujur. Bahwa mereka mengakui kehidupan mereka keras dan tahan banting, hanya berbekal pendidikan rendah, pasrah terhimpit beban ekonomi, dan perempuan sebagai objek seksual adalah makanan sehari-hari.

    Lukisan di bak truk sejatinya menampilkan pula tema keseharian masyarakat perkotaan dalam menghadapi permasalahan hidup, atau terkadang juga memuat refleksi tentang isu-isu seputar ekonomi, budaya, sosial dan politik.

    Bagi para supir dan kernet truk yang banyak menghabiskan waktu di jalanan, salah satu tema poligami merupakan topik menyenangkan untuk dibahas. Mencerca keputusan memadu namun bersedia melakoni diam-diam atau mengulik kehidupan janda yang masih dipersepsikan negatif oleh masyarakat kita.

    Terkadang pesan yang disampaikan juga bisa kalimat yang bernada lucu, santai, menggelitik namun langsung tepat sasaran. dan tanpa tedeng aling-aling. Tak jarang, pelukis bak truk juga menyelipkan pula filosofi untuk motivasi diri.

    “Ada uang abang disayang, tak ada uang abang kena tendang”
    .

    Siapapun yang membaca boleh tersenyum, tersinggung dalam hati karena tersindir, atau tertawa lepas dan cukup menjadikan pesan berjalan itu sebagai pengingat ke diri sendiri.

    Perempuan dalam Lukisan Bak Truk

    Sosok Perempuan tak bisa dilepaskan begitu saja dari Lukisan bak truk, Di jaman ini saat wanita Indonesia tengah memperjuangkan emansipasi, lukisan bak truk justru menjadikan perempuan sebagai makhluk kelas dua setelah laki-laki.

    Bahkan, tak jarang lukisan bak truk menampilkan wanita yang terbagi dalam beberapa kasta. Wanita “baik-baik” dan wanita penggoda. Wanita penggoda di sini diklasifikasikan ke dalam dua kategori, janda dan Pekerja Seks Komersil (PSK).

    Perilaku seks bebas tak dipungkiri kerap terjadi di kalangan supir truk. Kehidupan jalanan yang keras, jauh dari istri, sementara keinginan seksual yang begitu besar membuat mereka kerap melakukan rendezvous dengan Pekerja Seks Komersil (PSK) yang mereka jumpai di warung remang-remang di sepanjang jalan yang dilewati.

    Tak perlu bingung, toh ada ruang sempit di belakang kemudi, atau di dalam bak truk – tempat yang bagi mereka adalah surga sesaat melepas hasrat untuk mendapat nikmat. Perilaku inilah yang bisa mereka ekspresikan ke dalam bentuk lukisan perempuan seksi.

    Wujud sosok wanita setengah telanjang dengan pose menantang, serta pesan bertuliskan huruf kapital di atasnya
    “Kutunggu jandamu”
    dalam seni lukis bak truk ini pula yang secara tidak langsung sebenarnya telah menghakimi wanita berstatus istri orang lain, yang gemar menggoda pria, sebagai wanita yang perlu diwaspadai.

    Ya, wanita “tidak baik-baik” memang tak selalu mendapat tempat di hati masyarakat, bahkan sosoknya harus puas, cukup jadi pajangan di belakang bak truk. Imbas dari stigma yang telanjur melekat di benak masyarakat.

    Menjadi sebuah pemakluman dan pembenaran saat dituangkan dalam bentuk seni yang bisa dinikmati siapapun. Dari kelas kasta tertinggi hingga terendah sekalipun.

    Ini adalah sebuah korelasi dari kreatifitas seni, bisa begitu kejam dan bisa melihat sisi lain perspektif dari sebuah permasalahan. Apresiasi masyarakat terhadap sebuah karya tak bisa diganggu gugat maka Penikmat seni sah-sah saja menjadi bagian dari tim juri.

    Mengkritisi, bahkan menyetujui apa yang telah terwujud menjadi karya itu merupakan bagian dari pemahaman masing-masing individu jadi apa pendapat anda ? semua kembali ke diri kita.

  2. #2
    Moderator
    Join Date
    Mar 2013
    Location
    di hatimuuuuu........
    Posts
    139
    call it a clan, call it a network, ,call it a tribe, call it a family
    whatever you call it, whoever you are
    You need one

  3. #3
    Member Baru
    Join Date
    Sep 2013
    Location
    malang
    Posts
    1
    saya setuju dengan pendapat anda. semua tergantung orang masing-masing dalam menanggapi suatu yang telah terjadi di hadapannya.
    Quote Originally Posted by Deka Adrianto Utomo View Post
    Di jalanan yang ramai kita pasti pernah menjumpai beberapa tulisan yang berada di bak truk dan hal itu adalah kolaborasi gaya hidup dan seni yang ingin dipertontonkan oleh pelukis bak truk, ekspresi yang selalu mengingatkan kita untuk selalu hati-hati dalam berkendara.

    truk-eling-rasane.jpg

    Inilah, sebuah perwujudan ekspresi diri secara bebas di ruang publik.

    Semua orang punya hak untuk berekspresi tak terkecuali pelukis dan sopir bak truk tersebut, ekspresi diri tak hanya terbatas dituangkan ke dalam bentuk karya musik, tulisan atau lukisan di media kanvas.

    Kita harus memahami bahwa Budaya masyarakat pedesaan yang tinggal di kota dan sering menghadapi kerasnya problematika kehidupan kota yang kejam adalah sebagai penyebab munculnya peradaban seni urban.

    Kreatifitas dalam Seni itu melebur, dan menjelma menjadi perwujudan street art (murral, grafitti) di sudut-sudut kota. Salah satu yang menarik adalah seni lukis yang kerap terlihat di bagian belakang bak truk.

    Seperti kita tahu, lukisan di belakang bak truk sedikit banyak dipengaruhi oleh sikap dan gaya hidup para sopir dan kernet truk yang sudah terbiasa menjalani pahit dan getirnya hari-harinya di jalanan.

    Potret kehidupan itu menggambarkan dinamika kehidupan mereka yang begitu jujur. Bahwa mereka mengakui kehidupan mereka keras dan tahan banting, hanya berbekal pendidikan rendah, pasrah terhimpit beban ekonomi, dan perempuan sebagai objek seksual adalah makanan sehari-hari.

    Lukisan di bak truk sejatinya menampilkan pula tema keseharian masyarakat perkotaan dalam menghadapi permasalahan hidup, atau terkadang juga memuat refleksi tentang isu-isu seputar ekonomi, budaya, sosial dan politik.

    Bagi para supir dan kernet truk yang banyak menghabiskan waktu di jalanan, salah satu tema poligami merupakan topik menyenangkan untuk dibahas. Mencerca keputusan memadu namun bersedia melakoni diam-diam atau mengulik kehidupan janda yang masih dipersepsikan negatif oleh masyarakat kita.

    Terkadang pesan yang disampaikan juga bisa kalimat yang bernada lucu, santai, menggelitik namun langsung tepat sasaran. dan tanpa tedeng aling-aling. Tak jarang, pelukis bak truk juga menyelipkan pula filosofi untuk motivasi diri.

    .

    Siapapun yang membaca boleh tersenyum, tersinggung dalam hati karena tersindir, atau tertawa lepas dan cukup menjadikan pesan berjalan itu sebagai pengingat ke diri sendiri.

    Perempuan dalam Lukisan Bak Truk

    Sosok Perempuan tak bisa dilepaskan begitu saja dari Lukisan bak truk, Di jaman ini saat wanita Indonesia tengah memperjuangkan emansipasi, lukisan bak truk justru menjadikan perempuan sebagai makhluk kelas dua setelah laki-laki.

    Bahkan, tak jarang lukisan bak truk menampilkan wanita yang terbagi dalam beberapa kasta. Wanita “baik-baik” dan wanita penggoda. Wanita penggoda di sini diklasifikasikan ke dalam dua kategori, janda dan Pekerja Seks Komersil (PSK).

    Perilaku seks bebas tak dipungkiri kerap terjadi di kalangan supir truk. Kehidupan jalanan yang keras, jauh dari istri, sementara keinginan seksual yang begitu besar membuat mereka kerap melakukan rendezvous dengan Pekerja Seks Komersil (PSK) yang mereka jumpai di warung remang-remang di sepanjang jalan yang dilewati.

    Tak perlu bingung, toh ada ruang sempit di belakang kemudi, atau di dalam bak truk – tempat yang bagi mereka adalah surga sesaat melepas hasrat untuk mendapat nikmat. Perilaku inilah yang bisa mereka ekspresikan ke dalam bentuk lukisan perempuan seksi.

    Wujud sosok wanita setengah telanjang dengan pose menantang, serta pesan bertuliskan huruf kapital di atasnya dalam seni lukis bak truk ini pula yang secara tidak langsung sebenarnya telah menghakimi wanita berstatus istri orang lain, yang gemar menggoda pria, sebagai wanita yang perlu diwaspadai.

    Ya, wanita “tidak baik-baik” memang tak selalu mendapat tempat di hati masyarakat, bahkan sosoknya harus puas, cukup jadi pajangan di belakang bak truk. Imbas dari stigma yang telanjur melekat di benak masyarakat.

    Menjadi sebuah pemakluman dan pembenaran saat dituangkan dalam bentuk seni yang bisa dinikmati siapapun. Dari kelas kasta tertinggi hingga terendah sekalipun.

    Ini adalah sebuah korelasi dari kreatifitas seni, bisa begitu kejam dan bisa melihat sisi lain perspektif dari sebuah permasalahan. Apresiasi masyarakat terhadap sebuah karya tak bisa diganggu gugat maka Penikmat seni sah-sah saja menjadi bagian dari tim juri.

    Mengkritisi, bahkan menyetujui apa yang telah terwujud menjadi karya itu merupakan bagian dari pemahaman masing-masing individu jadi apa pendapat anda ? semua kembali ke diri kita.

  4. #4
    tak ada waktu.jpg

    putus rem.jpg

    Coba dienkripsi dulu yang bawah ini

    dientot.jpg

    Hebatnya mas Joko ha ha ha ha (bukan jokowi lho ya)

    joko.jpg

    Yang lain silahkan dishare

  5. #5
    Member Baru
    Join Date
    Sep 2013
    Location
    Banjarmasin
    Posts
    75
    Bagus bagus sindiran2nya gan

  6. #6
    kadang Tulisan itu menjadi sindiran yang kreatif.....
    Berita Bola, Prediksi, Highlight Goal Terbaru
    PIN Blackberry Messenger : 28339A41[/SIZE]

  7. #7
    Member Baru
    Join Date
    Aug 2013
    Posts
    92
    wah jadi inget temen gw tugas kuliahnya hunting foto2 kyk gitu :|

  8. #8

  9. #9
    Member Baru
    Join Date
    Mar 2013
    Location
    New York City, United States
    Posts
    37
    Ini aku tambahin yang lucu lainnya...Teknya dulu Trucknya masih dicarikan ..


    Aku Cinta Buatan Mertua

    Gadis For Rent

    Seberat-beratnya rindumu, masih berat muatanku

    Pergi mencari B’ras, Pulang Mencari Bra

    Mencari Nafkah, Demi Desah

    Lupa Namanya, Ingat Rasanya

  10. #10
    TAMBAHAN YA BRO:

    - Pergi Pagi Pulang Sore Penghasilan Pas-Pasan
    - Bila sopir kawin lagi mohon hubungi 081-bla bla bla
    - Asal abang kuat nanjak Lewat aje
    - Kerudung formalitas
    - ora sabar lewat duwur
    - Jangan ditanya kemana mama pergi
    - Aduhai Nikmatnya
    - Noda-Noda Asmara
    - Goyangan Maut
    - Gadis Sexy Ibukota
    - Gairah Perawan
    - Enak tapi Galak
    - Nyai Harum
    - Dik, Akang Datang . . .
    - Jandamu resah . . .
    - Cinta Merem Melek
    - Goyang Maut Wagiyem
    - Cinta Tolak Angin
    - Rasa cinta bukan dosa
    - pemburu dollar
    - Ca 150 yang ..(ca pego yang)
    - bude sugeng (bujur gede susu ageng)
    - Toge pasar (toket gede pantat besar)
    - aku tak mau dimadu
    - Mabok bae
    - Anda butuh waktu,kami butuh uang
    - Lupa namanya, ingat rasanya
    - pergi karena tugas, pulang karena beras
    - alone alone asal kelakon
    - senyummu merobek dompetku
    - pulang malu tak pulang rindu
    - TITARA (tilas tapi raos = bekas tapi enak)
    - goyang pantura
    - yang baca monyet
    - Kocok Sebelum Digunakan
    - Angkat lalu tiriskan (kayak acara masak)
    - Nyengsol Saeutik (Angkot di Bogor)
    - Lirikan Sibuta (Kopaja di daerah Tebet)
    - senggol bacok (truk)
    - Jauh di Mata Dekat di Hati, Jauh Dekat Dua Ribu
    - ber217an –> berdua satu tujuan
    - Mer123lak –> mertua galak
    - H234DIN JA500LET! –> Haji Samsudin Jago Pelet
    - an3dis pro janda ( ama gambarnya Sarah Azhari tapi dekil banget )
    - HIGAM ( Hidup Gembira Awet Muda )
    - Utamakan Sarapan !
    - Titipan Illahi
    - Ojo Di Tubruk , Durung Lunas !
    - Nubruk , Benjut !
    - kembang perawan
    - Sing Duwe Wilayah
    - JAGA JARAK!!!
    - Gajah Oling
    - DJARUM : Demi Janda Aku Rela Untuk Mati
    - ARDATH : Aku Rela Ditiduri Asal Tidak Hamil
    - Selimut Malam
    - Awas Waria!
    - No Time For Love
    - benconk dilarang numpang ….!!!!
    - Boro2 bojo loro, siji bae lieur
    - awas anak Kapolsek
    - otot kawat balung thok
    - Permisi, Satrio Piningit Mau Lewat
    - FULL DOA (Di angkot reot yang nyala aja susah)
    - Ayu Adine
    - Sewu Kutho
    - Sesuk Aku Mulih
    - Brama Kumbara
    - Uripku neng ndalan
    - kembang gadis
    - perawan tua
    - Enny Arrow
    - why young go lake –> wayang golek
    - The Me And Act Is Three –> demi anak istri
    - Maafkan Rambo, mama…. (terus ada gambar rambo di atasnya)
    - p 6 pilan 1/3 dis (penampilan seperti gadis)
    - tonk he love ( tong hilap = jangan lupa)
    - air, money & chair –> air mani cair
    - Cintamu tak semurni Bensinku…..
    - Ora Sama Bin Laen
    - Makan gak makan asal narik…..
    - Pasrah tapi tak rela (gak konsisten)
    - W 4 RNING J4N64N DICURI, MASIH KRIDITAN
    - RAYAP GUNUNG (truk angkut batu)
    - Jangan dibaca Goblok
    - on any book an plumb pleasan –> onani bukan pelampiasan
    - so fear she n think –> sopir sinting
    - Moe K Sue Fear 1/3 Rong –> muka supir seperti garong
    - Be young care rock –> biang kerok
    - New fear the me is 3 –> nyupir demi istri
    - Elu asik gue santai Elu Usik gue bantai….
    - lagi stress (pake logo lucky strike)
    - Mabok bae
    - WWW. AP KT NTE AJ.COM
    - CAN’T ARE ROCK –> Ken Arok
    - Jagalah jandamu
    - JANGAN DINIKAHI BILA SEGEL RUSAK
    - be are the kill us all come fuck –> Biar Dekil asal Kompak
    - Alone By Must –> Alon Bae Mas
    - Bercinta di Bis Berpisah di Terminal
    - Buronan Mertua
    - MAN7JUR –> Mantu Jujur
    - JUM’AT KELABU —> Trayek Ps. Jumat - Pd. Labu
    - Do Now .. Casino … In Draw … War Cop DKI
    - bukan salah ibu mengandung.. .salah bapak nggak pake sarung
    - Cintaku berat di Bensin
    - besar di rantau, tua di jalan
    - tak sehina yang kau duga
    - UCOK= Uang Cukup Ongkos Kurang
    - MATSIBISHA
    - cinta di tolak dukun terbahak
    - F??k Here Miss Kind!!! –> Fakir Miskin
    - goyang pantura
    - Ompol Dewo
    - 1x-:ku –> Satu kali Kurang Bagiku
    - PRA ONE THE SAW –> perawan ndeso
    - Start Stir Stor
    - BH 514 PA (beha siapa)
    - ca 150 yang –> ca pe go yang
    - sluman slumun slamet
    - jablay jelek dilarang masuk
    - bull dos serr
    - KAMPUT (Kami Anak Medan Perlu Untuk Teler)
    - SABAR MAS URA SABAR MABUR RO
    - Cinta putus kimpoipun tak jadi.
    - NAFAS TUA –> tulisan di belakang Truk Gandeng
    - PENCULIK JANDA
    - CINTAMU TAK SETULUS CINTA EMAK GW
    - tak sehina yang kau duga
    - SALAM MANIS UNTUK PENUMPANG
    - Ora Butuh Mantu Supir
    - Nyalip Kanan Benjut… Liwat Kiri Maut…
    - PAPA PULANG MAMA DIGOYANG (Truk Tronton di Cikampek)
    - JANDA BARU NENEN —>Trayek Juanda - Ps.Baru –Senen
    -Satria bergitar (dengan gmbar Bang Rhoma)
    - He 7 duck ( hese pendak = susah ketemu)

 

 
Page 1 of 2 12 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •